Cita-cita aku!

Akhir-akhir ini saya mulai banyak memikirkan soal masa depan dan karierku akan jalan ke mana? Aku sering melamun dan tanya diri sendiri; Apa yang aku inginkan? … Apa aspirasiku sekarang? … Apa tujuan hidupku? … Apa yang aku lakukan di langkah depan?Kita semua mempunyai cita-cita. Dari kecil, waktu SD, cita-cita aku menjadi dokter hewan. Kenapa? Alasannya adalah sangat sederhana. Aku suka binatang dan ingin menolong binatang-binatang. Binatang yang aku paling suka adalah monyet, aku pikir monyet menarik dan lucu sekali dan aku punya banyak boneka monyet. Tetapi aku kurang pandai dan kurang rajin belajar pada waktu sekolah. Aku menghabiskan waktu menulis puisi dan cerpen {cerita pendek} atau menggambar dan melukis sambil mendengarkan musik. Bisa disebutkan ‘Dreamer’ {pemimpi}, itu aku!

Pada akhirnya, cita-cita itu berkembang, aku mencari inspirasi dan bertemunya. Waktu aku berumur empatbelas tahun, pertama kali kuinjakkan kaki di tanah Indonesia, aku benar-benar jatuh cinta kepada negara ini dengan kebudayaan dan kesenian yang indah, unik dan berwarna-warnai. Aku mendengarkan bahasa yang mirip lagu yang manis dan gembira. Dicampurkan semua hal ini membuat hatiku sangat senang.

Dari pengalaman ini, aspirasiku sudah berlari ke arah bahasa dan kebudayaan. Aku menjadi ingin berkeliling Indonesia untuk belajar lebih dalam. Dari sini, mimpi yang baru berkembang.

Akhirnya, aku membuat keputusan menjadi guru SD {dengan mayor bahasa Indonesia}. Alasannya tetap sangat sederhana; aku cinta Indonesia dan aku ingin bagian perasaan cinta ini dengan orang-orang lain, khususnya anak-anak kecil sebabnya mereka sebenarnya diwakili masa depan kita semua.

Aku memang bersukses menjadi guru bahasa Indonesia tetapi perjalanan karier ku sudah beberapa kali belok ke kanan dan ke kiri soalnya aku sudah ada macam-macam pekerjaan.

Intinya semakin ke sini, jalan yang aku lalui sebenarnya menyimpang dari cita-cita masa kecil ku. Tetapi kebanyakan pengalamanku, bertema yang sama. Ya, kamu pasti tahu, ya!? Ya dong, itulah Indonesia!

Memangnya aku tidak mengajar lagi, saat ini aku menjadi penulis pendidikan/kurikulum bahasa Indonesia. Dulu, mungkin aku takut bercita-cita sebesar ini. Tetapi ternyata, aku duduk di sini dan menulis {dan dibayar} … dan ini berefleksi cita-cita masa kecil ku {ingatkan, aku senang menulis dari dulu}.

Juga, beberapa tahun yang lalu, aku berjalan ke Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah untuk berobservasi dan belajar tentang oranghutan dan binatang-binatang lain yang terancam punah soalnya aku ingin melihat oranghutan di lingkungan alam sebelum industri batang kayu merusakkan semua hutan, yaitu habitatnya oranghutan. Aku juga mengunjungi pusat rehabilitasi oranghutan di sana. Pengalamannya asyik sekali dan sekali lagi berefleksi cita-cita masa kecil ku {ingatkan, aku suka binatang dan mempunyai boneka monyet hehehe!}. Aku sangat peduli perlindungan alam.

Perjalananku di Indonesia dari Medan di Sumatra Utara ke Pulau Roti di Timor Barat, dan juga ke Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Lombok, Flores dan banyak juga pulau-pulau kecil diantaranya. Tetapi lebih banyak pulau yang aku dikunjungi, akibatnya aku ingin berjalan ke lebih banyak pulau lagi hehehe.

Kalau diukur-ukur, cita-citaku untuk menjadi guru sudah terjadi dan sekarang aku sudah memikir untuk ke arah lain. Ke arah mana? Aku belum tahu, mesti memikirkan lebih dalam dan yang penting menurut saya; ikuti apa yang ada di dalam hatiku. Banyak sekali kesempatan di dunia ini!

Nasehat dari ‘pemimpi’ ini: Pada pendapat aku, jangan lupakan cita-cita masa kecil kamu … soalnya cita-cita itu kuncinya kebahagiaan kamu. 🙂

Oh ya, dan aku masih mempunyai boneka, yang ini bayi oranghutan. {Some things never change!}

Olli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *